Menjemput Tuhan

image

Menjemput Tuhan? Pernah saya tidak pahami kalimat itu. Setelah membaca beberapa tulisan, saya baru tersadar. Ternyata Tuhan mempunyai tempat atau situasi “favorit” yang kerap dikunjungi. Benar! Tuhan ada dimana-mana, bahkan lebih dekat dengan urat leher, kemanapun kita berpaling Tuhan selalu ada.

Menjemput Tuhan, lebih pada upaya seorang hamba untuk berusaha mendekati Tuhan pada saat-saat Tuhan seolah “hadir”.

Seorang ustad pernah mengatakan, Tuhan turun pada sepertiga malam untuk mendengar hambanya yang berdoa sekaligus yang merintih menyesali dosa-dosanya. Inilah salah satu waktu yang paling baik untuk menjemput Tuhan. Kita mengenalnya dengan sholat tahajud.

Pada bagian lain, saya juga pernah mendengar, Tuhan hadir pada mereka yang teraniaya, orang-orang miskin yang menjaga kehormatan serta anak- anak muda yang menghabiskan waktunya untuk berbuat kebaikan pada sang pencipta.

Selain itu, Tuhan juga “hadir” pada mereka yang dermawan. Bukankah orang dermawan disukai manusia dan juga disukai Tuhan. Dermawan, secara sederhana adalah mereka yang selalu bersedia membantu sesama, bermanfaat bagi diri dan lingkungannya, dan tak lelah memberi meski hanya seutas senyum bagi saudaranya.

Mari menjemput Tuhan.

Iklan

Potret buram Pendidikan

imagesPotret pendidikan kita memang bukan potret cemerlang. Kini, kondisinya semakin buram dengan kasus keterlambatan Ujian Nasional. Kegiatan yang telah dilaksanakan sejak tahun 2004 itu, tiba-tiba jadi sesuatu yang sangat membingungkan. Bagaimana mungkin, Ujian Nasional Yang telah direncanakan jauh-jauh hari, tiba-tiba tidak tepat jadwal, diundur, semata karena keterlambatan kertas ujian?

Alasannya sangat teknis, dan karenanya tidak masuk akal. Itu sebabnya, beredar kabar tak sedap soal “kongkalingkong” dibalik pengadaan kertas ujian. Terungkap misalnya, pemenang tender pengadaan soal ujian Nasioanal ternyata membandrol harga yang lebih mahal ketimbang saingannya. kabar tak sedap ini akan terus bertambah, tapi soalnya memang kita saat ini menjadi bangsa yang gagal dalam prioritaskan pendidikan.

Potret buram semacam ini, semakin buram karena banyak pihak yang kemudian saling menyalahkan. semestinya ada pihak yang erani mengambil tanggung jawab. Mendikbud, tak usah sungkan untuk menunjuk dan menyeret ke aparat hukum, siapapun yang diniali menyebabkan amburadulnya ujian Nasional kali ini. Ini penting, agar ke depan, masalah pendidikan tidak lagi dipandang sebelah mata.

DKI Satu

Alex Noerdin adalah Gubernur Sumatera Selatan yang masih aktif. Ia memutuskan cuti jadi Gubernur Sumut karena akan bertarung untuk mengkuti Pemilihan kepala Daerah atau pemilihan Gubernur DKI Jakarta.

Jadi siapakah Alex Noerdin? Tak usah dijawab pertanyaan ini, karena ini memang bukan soal untuk anak sekolah dasar.

Tapi lebih pada kebingungan partai politik untuk mengusung calon yang akan dimajukan sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Pertanyaan kedua juga hampir sama, Joko Widodo, atau joko wi adalah Walikota Solo yang masih aktif, dan kini tengah dicalonkan untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Kalau Alex Noerdin Gubernur, Maka Joko Wi adalah Walikota, yang beberapa saat lalu namanya sempat disebut-sebut publik karena memfasilitasi mobil Esemka, buatan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Solo.

Lanjutkan membaca “DKI Satu”

DPR VS Rok Mini

DPR kita kita memang lucu dan menggemaskan. Coba tengok, ditengah citranya yang makin terpuruk, tiba-tiba dpr mengeluarkan “fatwa” melarang stafnya menggunakan rok mini. Alasannya, malah lebih lucu lagi, karena rok mini bisa menimbulkan birahi orang yang melihat dan bisa menimbulkan tindak perkosaan.

Padahal masih banyak yang harus dibenahi DPR, seperti anggota sidang yang mangkir, atau yang tertidur saat sidang, studi banding ke luar negeri yang hingga kini masih dipertanyakan karena lebih pada penghamburan uang Negara. Atau masih adanya anggota DPR yang tersangkut korupsi. Masalah-masalah itu sudah sangat kasat mata dan sudah jadi perbincangan umum. Tapi kenapa tibna-tiba dpr lebih meilih melarang rok mini?!

Lanjutkan membaca “DPR VS Rok Mini”

Kudeta?

Tiba-tiba isu tentang kudeta menyeruak. Isu adanya pergerakan untuk menggulingkan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut isu itu, penggulingn akan dilaksanakan saat pengumuman kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), 1 April mendatang.

Siapa yang akan melakukan kudeta? Satu nama bahkan sempat disebut-sebut oleh politisi Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, yang juga Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, menuding Jenderal Purnawirawan Wiranto, sebagai tokoh yang akan menggerakkan kudeta.

Lanjutkan membaca “Kudeta?”

Belajar Dari Semut

#Satu pelajaran dari semut : “seberapa banyak pun keseibukannya, mereka selalu berhenti untuk menyapa sahabat-sahabat yang mereka kasihi dan cintai. Satu hal yang ingin kuperbuat hari ini.adalah berhenti sebentar dari kesibukan dan menyapa orang-orang terkasih lewat pesan ini. Jikalau tidak ada waktu untuk membalas, tersenyumlah saat membacanya. Karena itu sudah cukup berarti bagiku. Semoga hidup akan selalu berarti bagi kita semua dan silaturahmi ini akan selalu terjaga dengan iringan doa-doa yang baik. Krena hidup anugrah terindah yang Tuhan berikan pada umatnya dan doa baik mengiringinya..Aamiin”#

sumber : grup bbm ontohod

Puasa

Puasa seperti halte, begitu kata Emha Ainun Najib, tempat dimana kita berhenti sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Halte, menjadi tempat pertemuan antara kedatangan dan keberangkatan dari satu perjalanan yang memang dituju. Anda telah merencanakan perjalanan tersebut, itu sebabnya anda telah juga menentukan di halte mana akan berhenti untuk kemudian berganti kendaraan.

Sejatinya, puasa seperti halte dalam perjalanan panjang kehidupan. Kita berhenti sejenak, sebelum kemudian menentukan lagi apakah akan melanjutkan perjalanan, menyimpang dari rencana perjalanan atau malah balik lagi. Dalam konteks terebut, bila kita menjalani puasa dengan benar dan bersungguh-sungguh, maka kita telah masuk pada fase menentukan perjalanan dengan serius. Tidak tergoda oleh banyaknya pilihan “kendaraan” yang masing-masing menawarkan tujuannya sendiri.

Berhenti sejenak, juga bisa diartikan sebagai mereneungi lagi apa yang sudah dan seharusnya dilakukan, serta yang akan dilakukan. Menyingkir sejenak  dari hiruk pikuk kehidupan sebelumnya. Berusaha lagi untuk mengevaluasi diri. Kita memang tidak pernah tahu kemana akhirnya waktu akan membawa pergi. Tapi kita tahu, bagaimana menumpangi waktu hingga yakin tatkala waktunya tiba, kita berada dibarisan orang yang berkata, saya bersama sang waktu, bukan terkalahkan oleh waktu atau merugi.

Selamat berpuasa, selamat berhenti sejenak dan merenungi lagi berbagai peristiwa dalam hidup. Ya! Tak perlu menghindari aktivitas sehari-hari. Tetaplah beraktivitas, tapi kita tahu saat ini kita sedang berpuasa.(*)