Menjemput Tuhan

image

Menjemput Tuhan? Pernah saya tidak pahami kalimat itu. Setelah membaca beberapa tulisan, saya baru tersadar. Ternyata Tuhan mempunyai tempat atau situasi “favorit” yang kerap dikunjungi. Benar! Tuhan ada dimana-mana, bahkan lebih dekat dengan urat leher, kemanapun kita berpaling Tuhan selalu ada.

Menjemput Tuhan, lebih pada upaya seorang hamba untuk berusaha mendekati Tuhan pada saat-saat Tuhan seolah “hadir”.

Seorang ustad pernah mengatakan, Tuhan turun pada sepertiga malam untuk mendengar hambanya yang berdoa sekaligus yang merintih menyesali dosa-dosanya. Inilah salah satu waktu yang paling baik untuk menjemput Tuhan. Kita mengenalnya dengan sholat tahajud.

Pada bagian lain, saya juga pernah mendengar, Tuhan hadir pada mereka yang teraniaya, orang-orang miskin yang menjaga kehormatan serta anak- anak muda yang menghabiskan waktunya untuk berbuat kebaikan pada sang pencipta.

Selain itu, Tuhan juga “hadir” pada mereka yang dermawan. Bukankah orang dermawan disukai manusia dan juga disukai Tuhan. Dermawan, secara sederhana adalah mereka yang selalu bersedia membantu sesama, bermanfaat bagi diri dan lingkungannya, dan tak lelah memberi meski hanya seutas senyum bagi saudaranya.

Mari menjemput Tuhan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s