Lewat Sudah..

By zbhakti

Sungguh! Rasanya berlalu sudah rasa nikmat itu. Seiring berlalunya ramadhan dan aktivitas mudik, dan kehidupan kembali seperti semula, sungguh terasa kembali ke kehidupan yang “biasa-biasa” saja. Selama ramadhan, bagaimana setiap waktu dihitung dengan sempurna serta setiap ibadah mesti dilakukan dengan sebaik-baiknya. setiap pulang kantor misalnya, saya dan istri harus memperhitungkan waktu dengan cermat, dimana shalat magrib akan dilakukan, karena perjalanan dari kantor ke rumah pasti melewati azan magrib.

sampai di rumah pun, masih menghitung waktu untuk shalat isya dan tarawih berjemaah, kalau ternyata telat maka kami akan bersegera shalat berjamaah di rumah, sehingga saat kami selesai shalat kami dapat bercengkerama dengan anak-anak yang biasanya shalat di mushola dekat rumah. sahur pun begitu, se-ngantuk apapun, seberat apapun mata tapi bangun sahur tetap dilaksanakan, tidak peduli walau makan sahur hanya sedikit. Selepas sahur sholat subuh menjelang, biasanya diusahakan untuk berjemaah ke mushola, selesai sholat subuh juga tidak langsung pulang , namun mendengarkan dulu  kultum yang biasanya diisi oleh pengurus musholah.  ketika hari menjelang terang baru  masuk ke rumah. itupun  tidak bisa langsung istirahat, tapi membaca beberapa ayat-ayat quran sambil menunggu  mengantar anak-anak ke sekolah.

usai? belum. karena setalah itu mulai bersiap berangkat kerja. tapi dari semua aktivitas itu, tak sedikitpun rasa lelah menyergap. justru perasaan damai yang hinggap. kadang saya tak mengerti mengapa ini terjadi, mampu melewati itu semua selama hampir sebulan penuh. semuanya terasa nikmat, luar biasa!

tapi tengoklah setelah ramadhan. belum berlalu hitungan hari, rasanya segala kenikmatan itu lenyap. Sholat subuh mulai luput, apalagi membaca ayat-ayat suci, shalat pun mulai tak tepat waktu. serta emosi tak lagi dapat terkendali. ada apa? apakah ini yang namanya tidak memdapat berkah ramadhan atau memang diri tak sanggup menghargai kemenangan yang telah diraih, entahlah! jujur aja, inilah yang saya rasakan setiap ramadhan, itu sebabnya selalu berpikir untuk terus berada di bulan ramadhan. karena seolah ada tenaga atau kekuatan yang entah dari mana mampu menggerakkan saya untuk selalu menghargai waktu sebaik-baiknya, dan menjalaninya tanpa merasa lelah. entahlah!

Tinggalkan Balasan