Oktober 8, 2008 oleh zbhakti
Sungguh! Rasanya berlalu sudah rasa nikmat itu. Seiring berlalunya ramadhan dan aktivitas mudik, dan kehidupan kembali seperti semula, sungguh terasa kembali ke kehidupan yang “biasa-biasa” saja. Selama ramadhan, bagaimana setiap waktu dihitung dengan sempurna serta setiap ibadah mesti dilakukan dengan sebaik-baiknya. setiap pulang kantor misalnya, saya dan istri harus memperhitungkan waktu dengan cermat, dimana shalat magrib akan dilakukan, karena perjalanan dari kantor ke rumah pasti melewati azan magrib.
sampai di rumah pun, masih menghitung waktu untuk shalat isya dan tarawih berjemaah, kalau ternyata telat maka kami akan bersegera shalat berjamaah di rumah, sehingga saat kami selesai shalat kami dapat bercengkerama dengan anak-anak yang biasanya shalat di mushola dekat rumah. sahur pun begitu, se-ngantuk apapun, seberat apapun mata tapi bangun sahur tetap dilaksanakan, tidak peduli walau makan sahur hanya sedikit. Selepas sahur sholat subuh menjelang, biasanya diusahakan untuk berjemaah ke mushola, selesai sholat subuh juga tidak langsung pulang , namun mendengarkan dulu kultum yang biasanya diisi oleh pengurus musholah. ketika hari menjelang terang baru masuk ke rumah. itupun tidak bisa langsung istirahat, tapi membaca beberapa ayat-ayat quran sambil menunggu mengantar anak-anak ke sekolah.
usai? belum. karena setalah itu mulai bersiap berangkat kerja. tapi dari semua aktivitas itu, tak sedikitpun rasa lelah menyergap. justru perasaan damai yang hinggap. kadang saya tak mengerti mengapa ini terjadi, mampu melewati itu semua selama hampir sebulan penuh. semuanya terasa nikmat, luar biasa!
tapi tengoklah setelah ramadhan. belum berlalu hitungan hari, rasanya segala kenikmatan itu lenyap. Sholat subuh mulai luput, apalagi membaca ayat-ayat suci, shalat pun mulai tak tepat waktu. serta emosi tak lagi dapat terkendali. ada apa? apakah ini yang namanya tidak memdapat berkah ramadhan atau memang diri tak sanggup menghargai kemenangan yang telah diraih, entahlah! jujur aja, inilah yang saya rasakan setiap ramadhan, itu sebabnya selalu berpikir untuk terus berada di bulan ramadhan. karena seolah ada tenaga atau kekuatan yang entah dari mana mampu menggerakkan saya untuk selalu menghargai waktu sebaik-baiknya, dan menjalaninya tanpa merasa lelah. entahlah!
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
Juli 29, 2008 oleh zbhakti
“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.”
QS. Ibrahim: 24-27
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
Juli 22, 2008 oleh zbhakti
“Make a life, not just living”.
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
Juli 21, 2008 oleh zbhakti
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (ulil albaab); (yaitu) mereka yang senantiasa mengingat ALLAH baik dalam posisi berdiri, duduk atau berbaring. Dan mereka juga selalu bertafakkur tentang penciptaan langit dan bumi, dan berkata: “Ya Robb kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, jauhkanlah kami dari azab neraka.”
(Al-Qur’an, 3:190-191)
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
Juli 16, 2008 oleh zbhakti
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai-dari satu urusan- tetaplah bekerja keras-untuk urusan yang lain.
Al Insyirah, 94:5-8
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
Juli 16, 2008 oleh zbhakti
“Kalau ada orang menunjuk rembulan, hanya orang bodoh yang melihat jari telunjuk”. pepatah Budha (Aswab Mahasin-Jurnal Prisma)
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
Juli 11, 2008 oleh zbhakti
“Yesterday is a history, tomorrow is a mystery, and today is a gift…” (Master Oogway, film Kungfu Panda)
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
Juli 10, 2008 oleh zbhakti
Membebaskan kata-kata dari penjara pikiran-kata khalil Gibran- itu artinya melaksanakan semua ide yang ada di tempurung kepala dalam bentuk tindakan. Kapan dan bagaimana bukan lagi pertanyaannya…
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »